Kemarin Gratis, Sekarang Bayar
Ga tau mau ngasih judul apa, tapi tiba-tiba saja kata-kata itu terlintas di kepala saya. Sebenarnya cerita saya ini berkisah tentang tindakan premanisme yang sampai saat ini sudah jadi tradisi dan sulit untuk menghapusnya. Cerita ini terjadi seminggu yang lalu, saya bersama 2 orang teman yaitu budi dan chietoq berencana untuk memancing. Tapi karena kami pergi mancingnya kesorean, tidak ada lagi orang yang menjual umpan segar untuk memancing. Jadilah kami hanya jalan-jalan serta survey lokasi memancing yang nyaman dan ikannya banyak. Sampailah kami disuatu tempat yang bernama sepotong pantai kuta. Hehehe… ga tau juga saya kenapa itu tempat dikasih nama begitu, tapi emang sih potongan kecil pantai itu paling bersih disepanjang pantai padang dan ramai dikunjungi orang. Terus disana juga ombaknya lumayan besar dan dipake para surfer kota padang. Jadilah tempat itu diberi julukan sepotong pantai kuta.
Balik ke masalah mancing tadi, didekat sepotong pantai kuta tersebut sedang ada proyek pengendalian ombak. Walaupun tempat tersebut masih dibangun, ramai orang datang kesana. Dan disana juga ramai dikunjungi oleh para mancing mania karena tempatnya cukup enak dan juga banyak ikan disana. Jadilah kami bertiga singgah disana dan melihat-lihat para pemancing sedang berjuang menghadapi ikan sebesar kapal kecil yang terpancing kail mereka. Selain itu, ditempat tersebut kita juga bisa melihat sunset sehingga kami bertiga pulang setelah matahari terbenam. Selain itu banyak pasangan yang juga menghabiskan sore hari bersama pasangan mereka disana.
Keesokan harinya, saya bersama teman wanita saya datang lagi kesana. Ternyata disana sudah ramai orang datang, baik itu sekedar jalan-jalan, liat orang mancing, atau cuma sekedar liat-liat pemandangan pantai padang. Klo kami kesana untuk liat sunset lagi, tapi waktu itu sunsetnya kurang bagus sehingga sedikit kecewa kami. Tapi beberapa saat kemudian, saya melihat beberapa orang preman datang menghampiri para pengendara motor yang mampir kesana. Saya ga tau apa yang mereka lakukan kepada pengendara sepeda motor tersebut, setelah mereka menghampiri saya barulah saya mengetahui apa yang mereka lakukan. Mereka meminta uang parkir, entah apa alasan mereka meinta uang parkir padahal tempat tersebut merupakan daerah proyek yang pastinya belum ada tempat parkir yang layak.
Saat saya bertanya mereka terbata-bata sewaktu menjelaskan alasan mereka meminta uang parkir disana. Tapi karena saya lagi males berdebat dan juga saya udah mau pergi, akhirnya saya merogoh kocek Rp. 500,- saja. Padahal mereka mintanya Rp. 1000,- tapi saya tawar, saya bilang saya parkirnya cuma sebentar. Walaupun nerima uang saya, si tukang parkir dadakan itu sedikit kesal. Saat berjalan keluar, adalagi pemandangan yang sedikit aneh. Mereka meminta uang parkir ke pengendara yang cuma numpang lewat, bahkan mintanya dengan cara maksa dan mengancam. Akhirnya si pengendara yang numpang lewat tadi ngasih duit juga walaupun terpaksa.
Memang, klo diliat dari segi bisnis kedatangan orang ketempat tersebut merupakan keuntungan. Apalagi oleh para preman yang tidak berpendidikan seperti oknum tukang parkir dadakan yang saya ceritakan diatas. Mereka cuma liat untung yang banyak walaupun dengan cara memaksa untuk mendapatkannya. Tapi keadaan seperti itu sudah lumrah seperti yang saya liat di Reportase Investigasi nya Trans TV beberapa waktu lalu. Seharusnya aksi premanisme harus dihapuskan, karena dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan. Jadi apakah efektif razia preman yang beberapa waktu lalu dilakukan oleh POLRI karena sampai saat ini masih banyak preman-preman yang berkeliaran dan meresahkan.





pencari cara sukses adsense on Sun, 15th Feb 2009 15:15
lho kalo kaya gitu trus kapan donk gratis nya hehehehehehehe
hendri on Sun, 15th Feb 2009 15:17
itu lah negara kita, saking miskinnya, segala sesuatu yang bisa di jadikan uang pasti di manfaatkan.. kasihan lita negara ini
Artikel Bisnis on Sun, 15th Feb 2009 19:26
wah…..
salah tuh boz…
justru tu negara qta adalah negara yg banyak orang kretaifnya….
cm sayang blum ad yg bs menghargai hasil karyanya…
justru orang luar lah yg menghargai…
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 on Sun, 15th Feb 2009 22:11
Iya, biasanya hanya pada berpikir jangka pendeknya saja
det on Mon, 16th Feb 2009 16:54
wah kalo begitu itu namanya perampokan. masa ndak berhenti parkir kok disuruh bayar
Country homes on Tue, 17th Feb 2009 10:59
Preman susah diberantas, mana janji2 nya katanya mo diberantas huh
JokoOnNet on Tue, 17th Feb 2009 20:14
saya juga menolak premanisme, tp tentu saja tdk memvonis org2 yg melakukan tindakan diatas sebagai penjahat. seharusnya pemerintah hrs mampu mengurangi pengangguran, jgn hanya main tangkap aj.
admin on Tue, 17th Feb 2009 21:50
@JokoOnNet : yup, setuju saya… klo bisa yang ditangkap itu dibina dan diberi keahlian yang bisa mereka gunakan nantinya
erwin on Wed, 18th Feb 2009 12:32
tukang parkir: maaf bang, saya sakit keras bentar lagi mati, makanya saya malak i biar dapet duit banyak untuk biaya nguburin saya
relain ajah deh duit 1000 nya, heheheheh